Kisah Wali Allah SWT Namanya Tertulis Sebagai Ahli Neraka

Kisah wali yang namanya telah tertulis di Al-quran sebagai Ahli Neraka.

Sunggu tragis jika seorang wali Allah SWT yang memahami agama ternyata namanya telah tertulis sebagai ahli neraka.  Ini meru merupakan salah satu cerita spiritual penuh makna serta pelajaran yang begitu mendalam untuk diri kita pribadi ataupun orng-orang terdekat kita, bahwa kehendak Allah itu nyata adanya.

Dalam kisah cerita ini sering dijadikan sebagai acuan renungan untuk kita umat islam sebagai memperkuat keimanan kita dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. karna cerita ini menggambarkan kebijaksanaan Ilahi dan Hakikat perjalanan spiritual seorang hamba menuju tuhannya ( Allah SWT ).

Awal Kisah

Pada masa itu hiduplah seorang wali Allah SWT di sebuah desa kecil yang tenang. Yaitu wali Allah SWT tersebut benama Abul Hasan,ia adalah seorang hamba yang taat ibadah, rendah hati, dan selalu menolong sesama. Beliau dalam keseharianya selalu dipenuhi dengan ibadah, dzikir, dan amalan kebaikan lain-lainnya.

Pada saat itu, ketenaran Abul Hasan ini sebagai wali yang sangat dekat dengan Allah SWT, sehingga membuat orang-orang datang kepadanya untuk meminta nasehat dan do’a.

Selain itu, Abul Hasan ialah hidup dengan pribadi yang sederhana. Bahkan dia tidak pernah mengejar harta dan kedudukan pada saat itu, melainkan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun pada suatu hari, ada ulama besar yan gdatang ke desa tersebut dan bertemu dengan Abul Hasan. Ulama besar itupun mempunyai simpati kepada Abul Hasan setelah di amati kehidupan sehari-harinya, ulama itupun merasa kagum dan menanyakan rahasianya di balik kesalehannya itu.

Penglihatan Ulama.

Setelah ulama besar itu tinggal beberapa hari di desa tersebut, setelah mengamati denga berhari-hari, ulama tersebut mendapatkan sesuatu penglihatan yang sangat mengejutkan. yang di isyarat dalam sebuah mimpi pada ulama tersebut, dalam penglihatnya ulama itupun terkejut dengan kenyataan takdir yang dilihatnya.

Dalam mimipinya tersebut diperlihatkan gambaran keadaan Lauh Mahfuzh, dimana itu merupakan tempat dimana segala catatan takdir manusia tertulis disana mulai dari rizki, jodoh, kehidupan didunia dan akan seperti apa kita kelak di akhirat.  bahwa dalam mimpinya, dilihatlah nama Abul Hasan tercantum sebagai salah satu ahli neraka.

Ulama itupun kebingungan serta terkejut dalam menganalisa takdir yang di alamatkan kepada Abul Hasan. dalam fikiranya, bagaiman mungkin seseorang wali yang sangat taat dan penuh amal kebaikan seperti Abul Hasan bisa menjadi ahli neraka.

Kemudian, setelah ulama tersebut terbangun dari mimpinya, ulama itupun dalam hatinya merasa sangat bingung dan bimbang. akhirnya ualama itupun memutuskan untuk menemui Abul Hasan dan segera menceritakan apa yang di lihat dalam mimpinya.

Ulamapun dengan penuh hati-hati, dan mendatangin Abul Hasan daniapun mulai menceritakan mimpinya, Namun, mendengar cerita ulama tersebut, Abul Hasanpun hanya tersenyumdan berkata, ” sesungguhnya sesuatu yang terjadi atas kehendaknya ( Allah SWT ). dan kita sebagai hambanya hanya bisa berusaha danb berdo’a, seandainya takdirku kelak seperti itu, maka aku pasrtah dan ridha kepada apa yang di kehendakinya.

Ujian Kehidupan.

Namun hebatnya Abul Hasan setelah kejadian tersebut, kehidupan abul hasanpun tetap tidak berubah. iapun tetap menjalani hari-harinya dengan tetap beribadah dan melakukan kebaikan.

Namu, Peristiwa tersebut telah menyebar  keseluruh desa dan membuat banyak orang bertanya-tanya. Disisi lain sebagian orang mulai meragukan keimanan Abul Hasan, sementara yan glainnya merasa kagum dengan ketabahanya dalammenerima takdir ini.

Kemudian, seiringnya berjalannya waktu, ujian demi ujian datang silih berganti mendatanginya. namun hebatnya seorang Abul Hasan, bahkania tetap bersabar dan terus memperkuat keimananya kepada Allah SWT. Diapu percaya bahwa semuanya yang terjadi adalah sebuah ujian yang diberikan untuk menguji keikhlasan dan ketawakalannya.

Abul Hasanpun tek pernah mengeluh sekalipun, atau merasa putus asa atas takdir yang akan ia alami. Dan iapun percaya bahwasana Allah SWT maha adil dan maha mengetahui segala sesuatunya yang terbaik bagi umatnya yang di kehendakinya.

Rahasia Ilahi Terungkap.

Setelah bertahun-tahun kejadian itu terjadi, pada suatu malam, ulama besar itupun kembali bermimpi dan mendapatkan penglihatan lagi tentang takdir yang aka terjadi terhadap Abul Hasan setelah di mimpi sebelumnya.

Ulama besar itupun kembali menyaksikan dalam mimpinya bahwa, dia melihat di lauh mahfuzh kembali, dalam mimpinya, iapun kembali melihat nama Abul Hasan telah di hapus dari daftar  ahli neraka dan di pindahkan ke daftar ahli surga.

Akhirnya ulama itu pun bahagia dan legan atas mimpinya itu, dan iapun segera menemui Abul Hasan untuk menyampaikan kabar gembira ini. Mendengar kabar itu, Abul Hasan pun hanya ternsenyum seraya berkata.

Alhamdulillah, semua puji syukurku kepada Allah yang maha kuasa. Perlu di ketahui bahwa, hanya Allah lah yang mengetahui rahasia dibalik semua takdir setiap hamba-Nya. dan tugas kita hanyalah berdo’a, dan bertwakal kepada-Nya.

Pada suatu hari, Ulama besar itupun bertanya kepada Abul Hasan. ” Wahai Abul Hasan, bagaimana engkau bisa tetap tanang dan tabah serta ihklas dalam menghadapi semua ujian yang begitu berat?

Lalu, Abul Hasanpun menjawab pertanyaan ulama tersebut. Aku selalu percaya bahwasanya segala sesuatu yang terjadi kepada kita adalah kehendak Allah. dan aku hanya pelru menjalani kehidupan dengan penuh keihklasan dan tawakal, Allah ialah sbaik-baiknya penilai dan sebaik-baiknya pelindung hamba-Nya.

Pelajaran yang bisa kita contoh dari kisah Abul Hasan :

Dalam kisah Abul Hasan ini banyak sekali memberi pelajarkan berharga bagi umat islam. Adapun beberapa pelajaran yang bisa kita peting dalam kejadian ini :

  • Keikhlasan dan Ketawakalan :

Dalam hal ini, Abul Hasan memberikan contoh dan menunjukan bahwa dalam menghadapi semua ujian hidup, keikhlasan dan ketawakalan kepada Allah SWT merupakan kunci utama. Abul Hasan selalu menerima segala takdir yang menimpanya dengan hati yang lapang dan tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • Kesabaran dan Ujian :

Dalam kisah ini, mengajarkan kita  pentingya tentang kesabaran dalam menghadapi ujian demi ujian yang datang kepada kita. Dalam keseharianya, Abul Hasan tidak pernah mengeluh dan putus asa meskipun dia tahu dengan apa yang akan terjadi terhadap takdirnya, yang di sebutkan bahwa namanya telah tertulis di lauh mahpuzh sebagai ahli neraka. Meski begitu, Abul Hasan pun masih tetap mejalani hari-harinya penuh kesbaran dan keteguhan iman.

  • Kehendak Allah adalah yang terbaik :

Banyak cara Allah SWT dalam menguji kita, Allah SWT adalah maha bijaksana dan maha mengetahui. bahwa apa yang terlihat buruk bagi manusia meungkin adalah sebah ujian atau cara Allah SWT untuk menguji keimanan hamba-Nya. dan itupun kita harus yakin bahwa apapun yang akan terjadi terhadap kita adalah pasti terbaik menurut kehendak-Nya.

  • Rahasia Ilahi

dalam kisah inipun mengingatkan kita bahwa masih banyak rahasia Ilahi yang tidak dapat kita ketahui dan pahami. kita sebagai hamba Allah, kita pun harus selalu berusaha dan berdo’a sebagai ikhtiarnya, namun itu semua kembali lagi untuk hasil akhirnya sepenuhnya kita serahkan kepada Allah SWT.

Kesimpulan :

Dalam kesimpulanya dalam cerita Abul Hasan ini, didalam cerita ini bahwa Abul Hasan takdirnya telah tertulis di lauh mahpuzh sebgai ahli neraka. dalam kisah ini mengandung banyak pelajaran spiritual dan makna yang sangat mendalam.

Dimana kisah ini mengajarkan kita bagaimana tentang keikhlasan, ketawakalan, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah. Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali dihadapkan pada berbagai ujian dan cobaan.

Namun, dengan kita meneladani dari kisah Abul Hasan ini, kita telah di ingatkan untuk selalu berusaha, berdo’a, dan menyerahkan segala hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Semoga kisah ini selalu menjadi inspirasi bagi kita semua sebagai umat muslim, untuk selalu memperkuat keimanan dan ketawakalan kita kepada Allah SWT. Maka kita jadikan perjalanan hidup ini sebagai perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dengan menjalankan dengan penuh keihklasan, kesabaran dan selalu tawakal. Karna Allah adalah sebaik-baiknya penilai dan pelindung, serta hanya kepada-Nya kita berserah diri.