Sejarah Berdirinya Negara Palestina

Palestina merupakan sebuah negara yang berdiri sejak jaman kuno, yang memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. saat ini palestina telah menjadi rumah bagi berbagai peradaban dan telah mengalami berbagai perubahan politik dan sosial dalam sepanjang sejarahnya. Dalam hal ini, kita akn membahas tentang berdirinya negara palestina, serta konflik yang terjadi dan kemerdekaan yang di akui oleh internasional.

Zaman Kuno dan Pengaruh Asing.

Beberapa peradaban kuno yang pernah menguasain wilayah ini termasuk Asyur, Mesir, Babilonia, Persia, Yunani, dan Romawi. Plestina terletak di persimpangan antara Afrika dan Asia, yang telah dihuni sejak zama prasejarah.

Kemudian, Nama Plestina sendiri berasal dari kata “Philistia,” yang saat itu digunakan oleh bangsa yunani untuk menyebut wilayah pesisir selatan yang saat itu di huni oleh bangsa filistin.

Namu, pada abad ke-1 SM, Wilayah filistin pernah menjadi bagian dari kekaisaran Romawi dan kemudian kekaisaran Bizatium. kemudian pada tahun 636 M, Palestina di taklukan oleh pasukan muslim dari arab dibawah kepemimpinan khalifah Umar bin Khatab, penaklukan ini sekaligus menandai awal dari periode dominasi islam di wilayah tersebtu.

Periode Islam Awal dan Perang Salib.

Setelah pasukan muslim menaklukan wilayah palestin, wilayah inipun menjadi bagian dari berbagai dinasti islam, termasuk Dinasi Umayyah, Abbasiyah, serta Fatimiyah.

Kemudian, pada abad ke-11, Eropa kristen melancarkan perang salib untuk merebut kembali atas kendali tanah suci dari tangan muslim. lalu, di tahun 1099, tentara salibpun berhasil merebut wilayah yerusalem dan mendirikan kerajaan Yerusalem latin.

Lalu pada tahun 1187, Yerusalem direbut kembali oleh pasukan muslim yang dipimpin oleh Sultan Salahuddin al-Ayyubi dalam pertempuran perang Hattin. Semenjak itu wilayah palsetina menjadi bagian lagi dari dunia islam yang diperintah oleh berbagai dinasti muslim termasuk dipimpin oleh Ayyubi dan Mamluk.

Kekuasaan Otoman dan Awal kebangkitan Nasionalisme.

Kemudian pada awala abad ke-19, wilayah palestina kala itu di taklukan kembali oleh kesultanan Utsmaniyah ( Ottoman ) dan menjadi bagian dari provinsi Suriyah selatan di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman kala itu.

Selanjutnya, lebih dari empat abad, wilyah palestina berada di bawah kekuasaan Ottoman, yang menjadikan wilayah tersebut menjadi stabil., namun di balik itu semua ada kelalaian dalam pengembangan wilayah tersebut.

Pada abad ke-19, ditandai dengan munculnya sebuah gerakan nasionalis di timur tengah, termasuk wilayah palestina terkena imbasnya. Setelah runtuhnya kekaisaran ottoman pada akhit perang dunia ke-I, pengaruh Eropa turut berperan mendorong munculnya kesadaran nasionalisme di kalangan penduduk Arab Palestina.

Mandat Inggris dan Deklarasi Balfour.

Pada tahun 1920, setelah perang dunia ke-1, wilayah palestina ditempatkan di bawah mandat inggris oleh liga bangsa-bangsa. selama periode ini terjadilah ketegangan antara komunitas Arab dan yahudi meingkat.

Kemudian, dengan adanya deklarasi Balfour tahun 1917, inilah penyebab utama terjadinya ketegangan antar komunitas tersebut. Dimana pemerintah inggris menyatakan dukungan untuk pendirian “tanah air nasional bagi bangsa Yahudi” di wilayah palestina.

Pada tahun 1930-an dan 1940-an, Komunitas yahudi berdatangan dalam jumlah besar ke wilayah peelstina. hal ini yang menyebabkan semakin memburuknya ketegangan di wilyah tersebut. Walaupun, mandat inggris berusaha untuk menyeimbangkan kepentingan kedua komunitas. sejak saat itu komflik semakin menjadi dan sampai mengarah pada kekerasan.

Perang Arab-Israel dan Pembagian Wilayah.

Penyebab terbaginya wilayah palestina dengan israel. yaitu pada tahun 1947, PBB mengusulkan rencana pembagian pelstina menjadi dua negara, untuk orang orang Arab dan untuk ornag yahudi. dengan pengawasan langsung internasional. dalam hal ini komunitas yahudi merasa di untungkan menyetujui, sedangkan komunitas Arab menolaknya karna merasa dirugikan.

Periode Pendudukan dan Perjuangan.

Pada saat itu setelah perang 1948, wilayah palestina terbagi menjadi dua wilayah yaitu, tepi barat yang di kuasai oleh yordania, sedangkan jalur gaja dikuasai oleh mesir. akan tetapi israel merebut kembali kendali atas tepi barat dan jalur gaza, setelah selama perang enam hari pada tahun 1967.

Kemudian, semenjak era pendudukan israel,  yang menyebakan konflik berkelanjutan antar israel dengan palestina, dengan konflik ini, palestina sampai dengan saat ini tersu berjuang untuk merdeka dan hak asasi manusia.

Upaya Menuju Negara Palestina.

Pada sejarahnya, semenjak israel merebut dan meduduki wilayah palestina, muncul upaya untuk mencapai perdamaian dan kemerdekaan bagi rakyat palestina. hal ini juga yng mencetuskan terciptanya perjanjian Olso tahun 1993. yang berisikan bahwa, menetapkan kerangka kerja untuk otonomi palestina di tepi barat dan jalur gaza. namun meski perjanjian olse tercipta, keteganganpun terus terjadi dengan peristiwa-peristiwa sperti perang intifada kedua yang terjadi pada tahun 2000.

Pengakuan International dan Diplomasi.

Meskipun kemerdekaan rakyat palestina di akui banyak negara mengalami perkembangan yang positif, bahkan komunitas international juga mendukung kemerdekaan rakyat pelestina sampai dengan saat ini.

Kemudian, seiring dalam perjuangan kemerdekaan palestina telah di akui oleh komunitas international, tantangan pun makin kompleks juga. termasuk konflik yang berkelanjutan, dengan di tandai pembangunan pemukiman dan ketegangan politik, yang menjadi hambatan besar dalam mencapai tujuan sebuah kemerdekaan negara palestina.

Harapan dan Tantangan untuk Masa Depan.

Masa depan apakah yang di impikan oleh masyarakat Palestina? Yaitu, sampai dengan saat ini, impian akan terbentukanya negara palestina tetap menjadi tujuan utama bagi rakyat palestina dan komunitas international yang mendukung kemerdekaan palestina.

Namun, sampai dengan saat ini ketegangan makin komfleks antara rakyat palestina dengan penjajah israel yan gingin menguasai secar penuh wilayah palsetina. ini menjadi sebuah hambatan yang sangat serius bagi tujuan kemerdekaan palestina.

Kesimpulan :

Berbicara masalah tentang berdirinya negara palestina tidak hanya merujuk pada sejarah yang sangat panjang dan sangat kompleks. akan tetapi lebih keperjuangan yang terus menerus yang berkelanjutan untuk memeperjuangakan hak asasi manusia, keadilan dan perdamaian.

Yang perlu anda ketahui, dengan memahami sejarah dan konteks, kita dapat berharap untuk mengambil langkah-langkah yang lebih bijaksana untuk menuju penyelesaian yang adil dan berkelanjutan bagi konflik yang saat ini melanda wilayah tersebut.